|
10 September 2010
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
SHOP BY BRAND
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
| |
Obesitas Naikan Resiko Migrain
Berat badan dan sakit kepala kronis kini menjadi erat kaitanya setelah tim dari Drexel University College of Medicine, Philadelphia (AS) mengemukan kemungkinan adanya obesitas dengan resiko terkena migrain. 'Kita akan melihat jika seseorang mampu menurunkan berat badanya maka itu akan membantu mengurangi rasa sakit kepala,' jelas Dr Lee Peterlin. Untuk mengetahui kaitan antara obesitas dengan migraine, Dr Lee Peterlin mengamatai populasi yang berusia 20 hingga 55 tahun dimana mereka memiliki berat badan diatas rata-rata alias overweigt dan obesitas. Mereka diukur menggunakan `body mass index` (BMI).37 persen wania obesitas disebut mengalami sejumlah keluhan yang berkaitan dengan kepala bila dibandingkan dengan 29 persen dari wanita dengan berat badan normal. Untuk pria, 20 persen pria obesitas dilaporkan mengalami migraine dibandingkan dengan 16 persen yang memiliki berat badan normal. Untuk pria, 20 persen pria obesitas dilaporkan mengalami migraine dibandingkan dengan 16 persen yang memiliki berat badan normal. Secara keseluruhan tim memantau data yang terdiri dari 22.000 orang. "Kami tahu bahwa latihan dan aktifitas bisa mengurangi resiko migraine ini dimana secara logika pasti akan mengurasngi rasa sakit,' jelas Peterlin. Paparan lengkap akan dipublikasikan melalui pertemuan tahunan `the American Academy of Neurology` yang rencananya akan digelar di Seattle. Migraines merupakan bentuk dari sakit kepala termasuk sejumlah gejala seperti `nausea`, `vomiting` dan sensitif atas cahaya dan suara. Studi juga menemukan fata bahwa mereka yang berusia diatas 55 tahun merupakan kelompok yang memiliki peluang besar terkena resiko migraine. Sumber : JAKNEWS.COM
|
|
Berita Lainnya
|
|