Selamat datang di apotik-tempo.com. Apotik-tempo.com merupakan Online Pharmacy pertama di Indonesia yang melayani pembelian obat-obatan baik obat bebas maupun obat resep, berbagai macam vitamin dan multivitamin, alat kesehatan dan dan keperluan kesehatan lainnya. Nantikan promo bulanan kami yang sangat menguntungkan dengan diskon sampai 15% untuk produk yg sedang promo. Dan untuk setiap pembelian di apotik-tempo.com akan kami antar tanpa dikenakan biaya tambahan(* lihat ketentuan).
Thursday, July 24, 2014
PENCARIAN CEPAT
 
MEMBER
Username :
Password
 
SHOP BY BRAND
 
IKLAN




 
KATEGORI PRODUK
 
WEB STATISTIK
 
  
 
Tekanan Kerja Berat Bisa Sebabkan Kematian
COBALAH Anda bekerja serileks mungkin agar tak memicu stres berlebihan. Meski tekanan pekerjaan sangat hebat, cobalah dinikmati agar tidak memicu stres berlebihan. Pada dasarnya, tak ada pekerjaan yang ringan dan tanpa tekanan.

Menikmati dan mencintai pekerjaan merupakan solusi mudah agar Anda tak terlalu stres memikirkan beban pekerja. Pasalnya, menurut penelitian para ilmuwan Inggris, stres yang berlebihan akibat dari beban kerja yang berat bisa membuat Anda mudah terserang jantung.

Stres bisa membuat kekacauan sistem internal tubuh dan ujungujungnya mengganggu kinerja jantung. Terganggunya kinerja jantung akan menyebabkan penumpukan dan menutup darah di saluran arteri, tekanan darah tinggi, dan menghancurkan sistem darah. Jadi, segeralah manajemen stres Anda karena serangan jantung merupakan penyebab kematian terbesar di dunia.

Ahli Epidemiologi dari University College London Tarani Chandola menyatakan, temuan ini berdasarkan penelitian dalam jangka waktu lama yang melibatkan lebih dari 10.000 orang sipil Inggris. Ternyata, stres memiliki peran lebih banyak terkait dengan perubahan biologis dibandingkan yang diperkirakan sebelumnya.

"Ini kali pertama penelitian yang melibatkan responden dalam jumlah besar tentang pengukuran efek stres terkait pekerjaan sehari-hari yang mengakibatkan penyakit jantung. Salah satu masalahnya adalah orang yang hidup skeptis dalam tekanan pekerjaan memengaruhi orang itu secara biologis," ungkap Tarani.

Para peneliti mengukur stres di antara karyawan sipil dengan memberikan pertanyaan tentang pekerjaan mereka, mulai seberapa mampu mengendalikan pekerjaan, seberapa sering istirahat, hingga berapa berat tekanan yang mereka alami dalam sehari.

Tim peneliti melakukan survei selama 12 tahun dan menemukan bahwa pekerja dengan stres kronis merupakan orang yang dalam tekanan hebat.

Mereka berpotensi terkena serangan jantung 68 persen lebih tinggi. Keterkaitan itu menjadi lebih kuat pada orang di bawah 50 tahun. "Temuan itu menambahkan bukti bahwa penyakit jantung koroner akibat stres bekerja merupakan penyebab alamiah," demikian seperti dilaporkan para peneliti dalam jurnal European Heart Journal.

Dalam penelitian ini,kondisi jantung pekerja yang stres berubah-ubah. Hal itu sebagai tanda penurunan fungsi jantung.Mereka juga memiliki level kortisol (hormon stres) tinggi.Terlalu banyak level kortisol dalam darah bisa merusak pembuluh darah dan kantung. "Jika kamu secara terus-menerus mengalami stres, sistem biologismu akan menjadi tidak normal," tutur Tarani.

Perilaku dan biologis seseorang tersebut berubah bisa menjelaskan mengapa stres di tempat kerja sebagai penyebab penyakit jantung. Hal itu bertambah parah jika dia mengonsumsi makanan yang tidak sehat, merokok, meminum minuman keras, dan kurang berolahraga.

Hal tersebut didukung penelitian para pakar kesehatan Amerika Serikat (AS). Ketua Tim Peneliti Peter Kokkinos menyatakan, semakin bugar seseorang maka hidupnya akan semakin panjang. Berdasar penelitian yang melibatkan 15.660 responden dari orang kulit putih dan hitam dalam jumlah besar ini, pria yang sangat bugar bisa mengurangi risiko kematian hingga 70 persen dibandingkan yang kurang bugar.

Penelitian itu bertujuan untuk mengetahui manfaat latihan atau berolahraga. Kokkinos menyatakan, berolahraga 30 menit sehari dan lima hari seminggu seperti jalan cepat bisa mengurangi risiko kematian hingga 50 persen.

Peneliti menyatakan bahwa penelitian itu menganalisis keterkaitan antara fitness dengan kematian. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa jika level kebugaran naik,level risiko kematian menurun. Dengan estimasi 44 persen orang yang kurang bugar berisiko meninggal, orang yang cukup bugar hanya 30 persen, sangat bugar sekitar 15persen, dan sangat bugar sekali hanya 8 persen.

"Latihan olahraga memberikan manfaat untuk memperpanjang usia harapan hidup karena kebugaran. Namun, kami belum mengetahui penyebab kematian," ujarnya.

Sumber : Okezone.com / (Sindo Sore//tty)


Berita Lainnya
Apotik-Tempo.com Copyright © PT.Tempo Data System - 2013

OPTIMIZED FOR 1024X768 VIEW USING
INTERNET EXPLORER 7 OR MOZILLA FIREFOX 2.0.1.4 OR ABOVE